Perbedaan Haji dengan Umroh

Perbedaan Haji dengan Umroh

Kata Kunci:

  • aplikasi umroh,
  • software umroh,
  • manajemen travel umroh,
  • aplikasi haji umroh,
  • software haji umroh,
  • manajemen haji umroh,

Berikut ini perbedaan haji dengan umroh, silahkan disimak, namun selanjut silahkan kunjungi Aplikasi Umroh berikut ini:

  1. Waktu Pelaksanaan. Perbedaan antara ibadah haji dan umroh berikutnya adalah waktu pelaksanaan. Seperti diketahui, ibadah haji hanya dilakukan selama satu kali dalam satu tahun dan dilaksanakan oleh umat muslim dari seluruh dunia. Waktu ibadah haji juga lebih sempit dibandingkan ibadah umrah. Ibadah haji hanya dapat dilakukan pada awal bulan Syawal hingga pada hari raya Iduladha di bulan Dzuhijjah. Sedangkan umrah berbeda dengan ibadah haji. Ibadah umrah dapat dilakukan kapan saja, tanpa ada rentan waktu yang membatasi.
  2. Berdasarkan Kewajibannya. Perbedaan ibadah haji dan umrah selanjutnya adaalah kewajiban yang perlu dilakukan saat menunaikan kedua ibadah tersebut. Pada kedua ibadah tersebut, jemaah wajib melaksanakan serangkaian ritual manasik, yang apabila ditinggalkan tidak mengurangi ibadah, namun harus digantinya dengan denda. Terdapat lima kewajiban yang harus dilaksanakan oleh jemaah haji, yaitu niat ihram dari miqat, batas area yang telah ditentukan sesuai dengan asal wilayah jemaah, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada’ atau perpisahan, dan melempar jumrah. Sedangkan kewajiban umrah hanya dua, yaitu niat dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram. Jumlah kewajiban yang lebih sedikit ini membuat pelaksanaan ibadah umrah menjadi lebih cepat selesai dibanding haji.
  3. Berdasarkan Hukumnya. Perbedaan antara haji dan umrah yang pertama dapat dilihat dari hukumnya. Sebagaimana diketahui, haji adalah rukun Islam kelima. Dengan hal itu haji wajib dilaksanakan bagi seluruh umat Islam yang memenuhi syarat sah wajib untuk melakukan ibadah haji. Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi yang mampu, juga dapat dilihat melalui firman Allah SWT dalam surat Ali-Imran ayat 98, yang artinya: “Dan bagi Allah subhanahu wata’ala, wajib bagi manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah.” (QS Ali Imran 98). Bagi para ulama, hukum dari haji adalah wajib dan telah disepakati bersama, dan bagi mereka yang dirasa mampu, namun tidak menjalankannya, mereka termasuk kaum yang berdosa. Sedangkan ibadah umrah memiliki hukum sunnah muakkad, yang baik jika dilaksanakan oleh umat muslim, namun jika tidak menjalankannya tidak masalah.
  4. Berdasarkan Rukunnya. Perbedaan haji dan umrah yang berikutnya dapat dilihat berdasarkan rukunnya. Rukun dalam ibadah menjadi penentu sah atau tidaknya sebuah ibadah. Hal tersebut juga berlaku dalam ibadah haji dan umrah dan bila tidak dilaksanakan, ibadahnya akan batal dan tidak bisa diganti dengan denda. Seperti yang telah dipahami, ibadah haji memiliki lima rukun yaitu ihram, wuquf di Padang Arafah, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Kelima rukun ini harus dilakukan demi memenuhi syarat sah ibadah haji. Jika tidak bisa melaksanakan satu di antara rukun tersebut karena satu dan lain hal, nilai hajinya akan berkurang. Sedangkan rukun umrah adalah niat ihram, tawaf, sa’i, dan memotong rambut. Yang membedakannya dengan haji adalah wukuf di Padang Arafah yang hanya wajib dilakukan oleh jemaah haji.

Keywords: sistem manajemen travel umroh, sistem informasi travel umroh, software travel umroh, apps haji umroh, software travel haji umroh, sistem travel haji umroh, biro perjalanan haji umroh, biro travel haji umroh, aplikasi biro travel haji umroh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *